Toefl ITP

TOEFL ITP – TOEFL (Tes of English as a Foreign Language) ialah sebuah test terstandarisasi yang dipakai untuk menghitung kekuatan berbahasa Inggris untuk seorang yang tidak mengimplementasikan Bahasa Inggris sebagai bahasa intinya. Test ini umumnya diambil untuk beberapa siswa yang ingin meneruskan pengajaran di negara yang memakai Bahasa Inggris sebagai bahasa khusus.

Kenapa perlu test TOEFL?

Bila kamu ingin meneruskan pengajaran di negara dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa pertama, TOEFL atau test yang sama dengan dipakai sebagai parameter kekuatan berbahasa Inggris bila Bahasa Inggris bukan bahasa utamamu. Tetapi, tidak seluruhnya lembaga pengajaran tujuan memakai TOEFL sebagai standard kekuatan berbahasa Inggris. Oleh karenanya, awalnya check kembali syarat pada lembaga yang ingin kamu daftar saat sebelum kamu lakukan test TOEFL.

Ada banyak tipe TOEFL yang bisa diambil, tetapi pada artikel ini cuman akan mengulas dua tipe test TOEFL yakni TOEFL ITP dan TOEFL iBT.

 

Inilah Perbedaan TOEFL ITP dan IBT

 

1. TOEFL ITP (Institutional Testing Program)

Biasanya TOEFL ITP tidak dipakai sebagai persyaratan untuk masuk pada suatu lembaga pengajaran yang memakai Bahasa Inggris sebagai Bahasa khusus. ITP tak perlu dilaksanakan bersama GRE, SAT atau GMAT. TOEFL ITP umumnya diadakan tenaga pendidik seperti guru dan dilaksanakan secara kelompok untuk menghitung seberapa jauh kekuatan akademik Bahasa inggri si siswa berdasar tiga sisi, yakni listening, structure and written expression dan reading.

Berikut jabaran dari tiap-tiap sisi:

a. Listening Comprehension

Di bagian ini, ada 50 pertanyaan. Waktu penyelesaiannya lebih kurang sepanjang 40 menit. Listening terdiri dari 3 sisi, yakni Part A, Part B dan Part C. Part A berisi pembicaraan pendek (short conversations), Part B berisi pembicaraan yang lebih Panjang (longer conversations) dan Part C yang berisi cuplikan academic lectures.

b. Structure and Written Expression

Sisi ini terbagi dalam 40 pertanyaan sama waktu penuntasan sepanjang lebih kurang 25 menit. Structure and Written Expression mempunyai dua sisi yakni jarak fill exercises (isi beberapa titik) dan written expression with error recognition exercises (mengenal kekeliruan).

c. Reading

Sisi ini terbagi dalam 40 pertanyaan sama waktu penuntasan sepanjang lebih kurang 25 menit. Structure and Written Expression mempunyai dua sisi yakni jarak fill exercises (isi beberapa titik) dan written expression with error recognition exercises (mengenal kekeliruan).

2. TOEFL iBT (Internet-Based Test)

Tipe TOEFL iBT sebagai pola test TOEFL yang umum dipakai di beberapa negara, bahkan juga di Amerika Serikat, TOEFL iBT sebagai salah satu pola TOEFL yang dipakai. TOEFL iBT terdiri dari 4 sisi yakni reading, listening, speaking dan writing. Pada tipe TOEFL ini ada speaking di mana ini membandingkan dengan tipe TOEFL ITP, dan tidak ada grammar section. Disamping itu tipe bahasa yang dipakai ialah Academic English. Berikut penjelasan selanjutnya tentang masing-masing bagian dari test TOEFL iBT:

a. Reading

Di bagian ini saat yang diberi ialah lebih kurang 60-100 menit. Tipe text bacaan yang diberi bisa jadi pendek (sepanjang lebih kurang 60 menit) dan bisa jadi Panjang (sepanjang lebih kurang 80-100 menit). Paragraph text di bagian ini umumnya terbagi dalam 3-5 text paragraf. Ketidaksamaan toefl itp dan ibt seterusnya berada pada text paragraf reading pada TOEFL iBT yang terhitung panjang dibandingkan text paragraf reading yang lain dalam jumlah kata sekitar lebih kurang 700. Masing-masing text paragraf umumnya habiskan waktu sekitar 20 menit dalam jumlah pertanyaan sekitar 12-14 per text bacaan. Tipe bacaan pada reading ini serupa dengan materi perkuliahan yang memiliki sifat akademik seperti riwayat, ilmiah, sastra, dan lain-lain.

b. Listening

Untuk saat yang diberi di bagian listening bergantung dari panjang tipe paragraph text reading awalnya, bila paragraph text reading pendek karena itu waktu listening panjang dan kebalikannya. Tetapi, umumnya saat yang diberi untuk listening sekitar di antara lebih kurang 60-90 menit.

Pada sesion listening umumnya ada 6-9 audio. Tipe audio yang diputar umumnya sebagai academic lectures, di mana masing-masing durasi waktu lebih kurang 5 menit dengan 6 pertanyaan. Disamping itu, ada 2-3 pembicaraan dengan durasi waktu lebih kurang 3 menit dengan 5 pertanyaan. Umumnya pembicaraan berisi sekitar kehidupan di universitas.

Sesudah sesion listening usai akan diberi waktu istirahat sepanjang 10 menit.

c. Speaking

Sesudah waktu interval yang diberi, maka diteruskan dengan sesion speaking. Untuk sesion ini berjalan sepanjang lebih kurang 20 menit. Bisa jadi berjalan bisa lebih cepat atau lebih panjang.

Posisi speaking selalu dilaksanakan dengan posisi yang serupa, di mana terbagi dalam 6 tasks.

Task 1 dan 2 memiliki sifat mandiri. Tujuannya, di bagian ini kita cuman disuruh untuk bicara jawab pertanyaan yang diberi, tak perlu membaca, dengar dan mengaitkan.

Seterusnya, Task 3 dan 4 memiliki sifat terpadu. Di bagian ini akan disuruh untuk membaca dan dengar. Tipe bacaan berbentuk topik akademik, dan listening berbentuk lecture. Selanjutnya, pada task 5 dan 6 akan disuruh untuk dengarkan sebuah pembicaraan, selanjutnya menerangkan apa yang sudah didengarkan.

d. Writing

Sesion ini berjalan sepanjang lebih kurang 1 jam (60 menit). Ada dua tipe esai yang disuruh di bagian ini. Yang pertama memiliki sifat integrated di mana akan disuruh untuk membaca, dengar dan menulis apa yang sudah didengar. Umumnya berjalan sepanjang 6-7 menit saat sebelum kamu disuruh untuk menulis. Kemudian akan diberi waktu sepanjang 20 menit untuk menulis esai. Esai yang disuruh sebagai ringkasan dari bacaan dan listening yang sudah diberi awalnya, bukan ide atau gagasan individu.

Selanjutnya yang ke-2 memiliki sifat independent, di mana dalam esai ini cuman disuruh untuk menulis. Pada sesion ini akan diberi waktu untuk menuntaskan sepanjang 30 menit. Berlainan dengan writing awalnya yang berisi ringkasan dari writing dan listening dari academic lecture, pada esai ini kita akan disuruh untuk memberi opini dan argumen kita individu berkenaan sebuah topik ulasan.

Nach, itu ialah beberapa ketidaksamaan di antara TOEFL ITP dan TOEFL iTB. Semoga artikel ini bisa beri kamu wawasan lebih dalam mengetahui perbedaan TOEFL ITP dan IBT.