Bahasa Inggris – Kemahiran dalam berbicara menjadi satu diantara aspek khusus di tengah-tengah perubahan industri dan dunia kerja yang makin terbuka. Kepenguasaan pada bahasa asing, terutamanya bahasa Inggris sebagai bahasa yang terbanyak digunakan di dunia jadi tidak terelak kembali. Sayang, dibandingkan beberapa negara lain, selama ini warga Indonesia dipandang ketinggalan dalam soal kekuatan dan kepenguasaan bahasa Inggris.

“Dalam penelitian yang kami kerjakan dengan global pada tahun kemarin, Indonesia terhitung dalam barisan negara yang kepenguasaan bahasa Inggrisnya cukup rendah. Dari 80 negara secara internasional, Indonesia berada di rangking 51. Dan dari 21 beberapa negara Asia yang kami cermat, Indonesia berada di rangking 13,” tutur Head of Pemasaran EF English Centers for Adults, Evan Januli di selang penyeluncuran produk Career Trek di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Career Trek sendiri, menurut Evan, sebagai produk pembelajaran terkini dari EF English Centers for Adults yang khusus ditujukan untuk kelompok professional yang ingin lebih kuasai keperluan bahasa Inggris di dunia kerja. Dengan perubahan dunia kerja dan semangat entrepreneurship sekarang ini, Evan menerangkan, menjadi keperluan penting untuk warga Indonesia jika ingin terus bisa berkompetisi dan berkembang. Tidak cuman untuk melamar pekerjaan, kekuatan berbahasa Inggris yang benar dan baik diperlukan bahkan juga untuk beberapa pengusaha supaya usaha yang dibuatnya dapat mengalami perkembangan lebih optimal.

“Beberapa orang masih berpikiran jika bahasa Inggris cuman penting untuk mencari pekerjaan. Walau sebenarnya di zaman transparansi seperti sekarang ini, bahkan juga Anda berwiraswasta juga perlu pintar berbahasa Inggris. Investor atau client dari negara lain bisa jadi mendadak tiba dan ingin gabung. Jika Anda belum siap, kesempatan peluasan usaha ini menjadi percuma,” papar Evan.

Masalah kekuatan berbahasa Inggris itu, lanjut Evan, harus didalami dengan serius dengan tutorial atau kurikulum yang akurat. Kekuatan berbahasa Inggris disebutkan Evan tidak dapat didalami asal-asalan melalui online, misalkan dengan melihat video atau film.

“Kekeliruan yang paling biasa terjadi di orang kita (Indonesia) ialah bicara bahasa Inggris, tetapi masih tetap dengan susunan bahasa Indonesia. Jika untuk sekedar dipahami tujuannya ya it’s oke. Tetapi, untuk dunia kerja, kita telah tidak dapat asal-asalan kembali. Secara grammar, pronunciation, dan lain-lain ya harus benar. Ini yang masih tidak cukup diakui dalam masyarakat kita,” tegas Evan.